Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bersabarlah

Tentang Lomba Adu Pencapaian... dan Privilege.

Gambar
Privilege , privilese, hak istimewa... Apa pun kita menyebutnya, menjadi hal yang paling sering dibahas akhir-akhir ini.  Entah siapa yang memulainya hingga kata ini menjadi tren di kalangan anak muda, yang seakan berlomba "adu pencapaian" dengan rekan sebaya. Ajang alumni menjadi satu dari sekian banyak event atau momen yang menyeramkan bagi mereka yang "lebih lambat larinya" dalam lomba adu pencapaian, atau malah mungkin jadi tempat refreshing bagi mereka yang lebih cepat di lomba itu.  "Kerja di mana..." "Gaji berapa... " "Punya aset apa saja..." "Rencana menikah di gedung A dengan mahar ratusan juta..." dan masih banyak lagi tema lombanya. Yang kalah seringkali bersembunyi dalam kalimat, "Ah, mereka mah enak. Punya privilege . Orang tuanya kan pejabat XYZ, koneksinya banyak, bisa biayain sampe pendidikan S3, S4, S5. Lha, gue? Belum kerja, masih jadi beban keluarga yang tiap pagi kudu makan nasi uduk lauk sindiran ...

Bola saljuku, hancur....

Aku ... tentu pernah terluka, oleh banyak rupa. Tapi, rasanya yang lalu sudah bukan apa-apa. Aku berhasil di sini sekarang, lebih dewasa. Hidupku, baik-baik saja. Terlalu, baik-baik saja. Impian baru terajut. Mulai kurapal bagai mantra setiap sujud. Aku bilang ini dan itu, pada Tuhanku. Aku minta ini dan itu, pada-Nya. Semua yang kutahu untuk kebahagiaan dunia. Keluargaku terutama. Aku dan anganku.... Bagai bola salju yang terus menggelinding turun. Besar ... semakin membesar.... Ketika bola saljuku hampir sampai di tujuan. Hujan mengguyurnya. Bukan ... badai lebih tepatnya. Aku tak pernah menyiapkan kedatangannya. Mengira pun tidak. Bola saljuku hancur. Luluh lantak. Yang tersisa, hanya salju berserakan. Perlahan berubah wujudnya. Menjadi air yang mengalir deras. Saking derasnya, aku bahkan tak tahu cara menghentikannya. Memang, sudah bukan hal baru ketika perih terasa. Namun saat asalnya dari harapan yang terlanjur membumbung luarbiasa. Sakitnya pun...

Everything Happens for A Reason

Gambar
Aku sering bertanya.   Mengapa aku harus melalui semuanya?   Sampai Tuhan memberikan akhir cerita. Yang membuatku tak bisa berhenti terpana.  Atas rencana-Nya yang begitu luar biasa. Sejak di bangku SD sebenarnya aku sudah mulai menyadari kehadiran passion -ku. Tapi tetap saja aku sering mengubah cita-cita selayaknya anak-anak. Aku pernah bercita-cita menjadi arsitek, pramugari, bahkan sempat nyeletuk ingin jadi presiden. Tapi, karena memenangkan Olimpiade Sains se-Bekasi di posisi kedua terbaik (dan nyaris masuk semifinal nasional). Aku punya keinginan untuk menjadi seorang dokter, karena merasa aku mungkin jenius di bidang Sains dan aku pun suka belajar IPA.

Setiap orang, punya Jatahnya.

Gambar
Pernah denger nggak? Kalau seseorang itu takkan mati sebelum rezeki jatah dia habis. Atau... Setiap orang punya jatah ujian yang dikasih Tuhan, dan itu nggak akan pernah melebihi kapasitas kemampuan si hamba. Dua statement itu yang baru-baru ini aku resapi maknanya secara serius.